- Meningkatkan penjualan dari layanan tambahan kepada pengguna lama;
Meningkatkan jangka hubungan dengan pelanggan untuk menghasilkan peningkatan pendapatan dari mereka; - Mengarahkan pelanggan menggunakan produk dan layanan lain yang dimiliki perusahaan. Misalnya, yang dilakukan Indosat dengan produk Matrix: menawarkan paket koneksi ke Internet, sehingga pelanggan tetap berada pada satu atap layanan.
Tim CRM sebaiknya mengindetifikasi beberapa cluster pelanggan (sejumlah kelompok kecil pelanggan dengan kebutuhan yang sama), kemudian mendapat data untuk memprediksi perilaku mereka dan mengembangkan rencana pemasaran untuk mengelola setiap cluster. Mencipta Ulang Ekonomi. Sejumlah perusahaan menyadari tidak semua pelanggan diciptakan sederajat: ada yang bisa menguntungkan, ada yang justru merugikan. Lalu, bagaimana Anda, dengan biaya rendah, bisa membuat pelanggan paling loyal menjadi paling menguntungkan? Di bidang jasa keuangan, mengalirnya jasa otomatisasi memungkinkan bank memigrasikan pelanggannya ke kanal swalayan (self-service). Ini mengurangi biaya pelayanan bagi mereka yang tidak membutuhkan, menginginkan atau layak mendapat layanan tingkat tinggi, dengan mengarahkan sumber daya ke pelanggan yang menghasilkan pendapatan tinggi.
Dalam beberapa kasus, perusahaan melakukan alih daya (outsourcing) untuk mempercepat dan mengurangi biaya penjualan serta operasional. Pengaturan otomatisasi dan alih daya yang tepat akan memberi perusahaan kemampuan memprediksi biaya operasional, dan akses ke kapasitas yang lebih bila dibutuhkan. Namun anehnya, pada sejumlah perusahaan, aktivitas pemasarannya masih saja terpaku pada era lampau. Tak ada perubahan mendasar sebagaimana yang kita lihat untuk manufaktur, penjualan, layanan pelanggan dan SDM. Sebenarnya, saat ini kampanye pemasaran dapat dikuantifikasi dan dioptimalkan. Beragam metode dan perangkat baru, seperti ekonometrik, penghitungan ROI dan peranti lunak alokasi dana, dapat membuat aktivitas pemasaran menjadi pendekatan ilmiah. Samsung adalah contoh pengadopsi pendekatan ilmiah pada pemasaran. Bertahun-tahun, eksekutif Samsung percaya bahwa penjualan mereka selalu tertinggal dari kompetitor karena masalah merek. Perusahaan ini memutuskan melihat bagaimana mereka melakukan investasi sumber daya pemasaran di 14 kategori produk yang tersebar di 30 negara. Hasil dari penelitian tersebut memetakan kombinasi kategori produk/negara yang memberi potensi pertumbuhan terbaik, dan juga melihat sejumlah kegagalan berikut: terlalu banyak mengeluarkan dana di dalam pasar geografis terbesarnya, kurang berinvestasi di dua negara yang memiliki potensi pertumbuhan terbaik, dan salah satu produk intinya ternyata menggunakan dana pemasaran untuk beberapa kategori produk yang memiliki potensi pertumbuhan. Samsung terbukti sukses. Dan spirit itu mestinya bisa ditangkap: dengan mengidentifikasi potensi dan kesalahan, kesempatan tumbuh semakin memungkinkan di dalam ekonomi yang selalu berubah ini.
Pustaka :
Inge Lingo. 2007. Memenangkan Strategi Pertempuran Mempertahankan Pelanggan. Artikel. Jakarta.
Uang merupakan hamba yang baik, tetapi tuan yang sangat buruk
Barnum
