‘Knowledge shared is knowledge doubled.... Wisdom lies not in the amount of knowledge acquired, but in the degree of its application....’
Pada mulanya harga murah menjadi andalan untuk bersaing. Masa itu sudah lewat. Kemudian orang beralih mengandalkan kualitas produk. Sekarang kualitas produk sudah menjadi keharusan. Tanpa kualitas yang prima, pelaku bisnis tak akan bisa bertahan lama. Di samping itu, orang juga mencoba mengandalkan proses produksi yang efisien. Ternyata strategi yang satu ini juga tak bisa lagi menjadi senjata pamungkas. Pasalnya, semua perusahaan pun sudah melakukan efisiensi tak hanya di proses produksi, tetapi juga di segala bidang.
Lalu, apa lagi yang bisa dijadikan andalan untuk memenangkan persaingan? Masih ada: pengetahuan (knowledge). Bagaimana knowledge bisa menjadi mesin uang? Ingin tahu? Simak yang berikut.
THE POWER OF SHARED KNOWLEDGE
Pengetahuan saja tak serta merta bisa menjadi mesin uang. Knowledge seperti apa yang bisa dimanfaatkan sebagai mesin uang? Bill Gates, dalam bukunya Business @ the Speed of Thought, mengungkapkan bahwa shared knowledge-lah yang memiliki kekuatan mahadahsyat karena bisa mengubah informasi yang pasif menjadi aktif (memiliki kekuatan transformasi). Jika dimanfaatkan dengan optimal, shared knowledge bisa menjadi mesin uang.
MENGGEBRAK DOMINASI MARKET LEADER.
Amazon.com, yang berjaya di dunia maya, berhasil menggebrak industri toko buku internasional yang didominasi perusahaan-perusahaan besar, seperti Barnes and Noble. Amazon.com berbagi pengetahuan dengan calon pembeli. Perusahaan ini tak hanya menawarkan dan men-display produknya kepada pelanggan. Dengan shared knowledge, Amazon.com memberikan secara cuma-cuma informasi kepada para pelanggan (pengunjung website) sebelum mereka memutuskan untuk membeli. Misalnya, resensi buku, daftar buku-buku sejenis, komentar pembaca mengenai buku tersebut, dan peringkatnya sebagai buku berkualitas.
Segala aktivitas calon pembeli di website direkam untuk kemudian dibagikan lagi ke para pelanggan ketika mereka kembali mengunjungi Amazon.com. Dengan demikian, pelanggan merasa dihargai dan dikenal. Puas dengan layanan Amazon.com, banyak yang akhirnya menjadi pelanggan setia. Jadi, tak heran jika strategi ini berhasil mencuatkan prestasi Amazon.com.
MEMINIMALKAN RISIKO GAGAL Nabisco, perusahaan makanan terkemuka, sering meluncurkan produk-produk baru ke pasar. Untuk meminimalkan risiko, termasuk risiko gagal, Nabisco menciptakan Journey. Dengan mengakses Journey, seorang manajer di Filipina yang akan meluncurkan produk makanan ringan baru, bisa mengakses informasi tentang kegiatan serupa yang pernah atau sedang dilakukan anak perusahaan Nabisco di negara-negara lain. Selain itu, melalui Journey, sang manajer bisa melontarkan masalah yang dihadapinya di forum diskusi online untuk mendapatkan masukan dari koleganya di berbagai negara. Dengan demikian, risiko gagal dalam meluncurkan produk baru bisa ditekan seminimal mungkin.
MENGEMBANGKAN MARKET SHARE. Jika perusahaan hanya mengandalkan sumber daya di perusahaan dan negara sendiri, akan sulit mempercepat pengembangan market share. Untuk mengatasinya, cobalah McDonald's atau Starbucks. Keduanya menerapkan strategi berbagi pengetahuan tentang pengelolaan bisnis dan produk unggulan dengan mitra bisnis mereka di seluruh dunia. Tentu saja, strategi ini (franchise) disertai dengan profit sharing yang win-win bagi pihak-pihak yang terkait. Selain itu, strategi ini juga disertai dengan tanggung jawab bisnis dan hukum yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
MENGUASAI PASAR. Texas Instrument, perusahaan berbasis teknologi, membagi-bagikan pengetahuannya dengan perusahaan-perusahaan lain yang membutuhkan produk Texas Instrument dalam proses produksi mereka melalui licensing. Menurut Alberto Tores dalam artikelnya ‘Unlocking the Value of Intellectual Assets’ (mckinseyquarterly.com), dari praktek bisnis licensing ini, Texas Instrument berhasil membukukan royalti US$2,5 miliar dalam waktu lima tahun. Microsoft juga menikmati keuntungan besar dari knowledge sharing dalam bentuk licensing. Dengan strategi ini, Microsoft mendominasi pasar. Keuntungan royalti miliaran dolar AS berhasil diraup Bill Gates untuk memperkokoh posisi Microsoft di industri berbasis teknologi informasi.
MENERAPKAN SHARED KNOWLEDGE Setelah memahami kekuatan dahsyat shared knowledge, bagaimana mengimplementasikannya? Pengetahuan merupakan objek tak berwujud yang ada di kepala karyawan yang brilian. Masalahnya, bagaimana memotivasi sang karyawan unggul tersebut untuk membagi pengetahuannya? Lowell L. Bryan mengusulkan dua strategi yang bisa dicoba, yaitu menciptakan knowledge market (pasar pengetahuan) di internal maupun eksternal perusahaan.
INTERNAL KNOWLEDGE MARKET
Memang tak mudah memanfaatkan pengetahuan berharga yang ada di kepala beberapa ratus, bahkan ribuan, karyawan, terutama apabila lokasi mereka berjauhan. Banyak upaya yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar untuk mengumpulkan dan mengelola pengetahuan dalam perusahaan. Investasi untuk itu pun tidak sedikit. Namun, dampaknya ternyata tak terlalu signifikan, bahkan beberapa di antaranya sama sekali tak mendapatkan manfaat (mereka malah rugi). Bryan mengungkapkan bahwa masalahnya bukan pada teknologi, melainkan paradigma yang mendasarinya.
Knowledge management yang akhir-akhir ini banyak digembar-gemborkan, ujung-ujungnya tak bisa dimanfaatkan secara optimal karena memang tujuannya hanya ‘pengelolaan’. Pengetahuan hanya didata, dikategori, dan diorganisasikan dengan sistematis tanpa disediakan mekanisme untuk ‘transaksi’ (di-share). Jadi, tantangan bagi perusahaan adalah menciptakan mekanisme terjadinya transaksi pengetahuan.
Seperti juga jenis transaksi lainnya, transaksi pengetahuan harus diwadahi dengan penciptaan pasar: ada pembeli (orang yang membutuhkan pengetahuan) dan penjual (orang yang membagi pengetahuan). Untuk menggairahkan terjadinya transaksi ini perlu dilibatkan ‘alat’ yang bisa berupa finansial (uang) atau nonfinansial (penghargaan sebagai karyawan terbaik, tambahan nilai dalam penilaian tahunan, atau point reward yang dapat ditukar dengan hak cuti, atau produk dari perusahaan).
EXTERNAL KNOWLEDGE MARKET
Untuk menciptakan external knowledge market, perusahaan perlu mengamati di industri mana ‘aset pengetahuan’-nya bisa dijual. Misalnya, perusahaan yang memiliki teknologi laser bisa menjual teknologinya kepada perusahaan lain di industri kesehatan.
Alberto Tores ‘Unlocking the Value of Intellectual Assets’ mengungkapkan sukses Phillips dan Sony dalam mendikte pasar melalui strategi berbagi pengetahuan dengan seluruh pelaku pasar (termasuk kompetitor). Kedua perusahaan itu berkolaborasi untuk mengembangkan compact disc (CD) pada awal 1980-an. Namun, keduanya juga sadar bahwa jika mereka menyimpan sendiri aset pengetahuan ini, CD mungkin sekali akan gagal di pasar karena belum menjadi standar yang digunakan secara massal. Daripada produk mereka ditiru tanpa mereka bisa melakukan apa-apa, keduanya berinisiatif ‘membagikan’ teknologi pembuatan CD kepada pelaku pasar lainnya agar CD populer dan menjadi standar dunia.
Ternyata strategi itu berhasil menyumbang US$2 miliar kepada Phillips dan Sony dalam bentuk royalti. Dengan melisensikan teknologi CD di awal peluncuran, kedua perusahaan tersebut mencegah pelaku bisnis lain menciptakan standar baru. Dengan demikian, para pelaku bisnis hanya menggunakan standar teknologi yang diperkenalkan oleh Phillips dan Sony.
Sudah banyak perusahaan yang mendapatkan manfaat finansial maupun nonfinansial dari strategi berbagi pengetahuan. Bagaimana dengan Anda? Siapkah Anda meraih keuntungan melalui shared knowledge? Orang pintar belajar dari pengalamannya sendiri. Orang bijak berbagi pengalaman dan belajar dari pengalaman orang lain. Selamat berbagi dan menikmati manfaat dahsyatnya.
Pustaka :
Pustaka :
Roy Sembel dalam Refrinal. 2007. Inovasi Melalui Aplikasi Share Knowledge dalam Marketing for Decision Maker. Kumpulan Artikel. Field Survey Indonesia. Jakarta
Tidak banyak gunanya memberitahu orang lain tentang kesulitan anda, separuh dari mereka tidak peduli, sedang separuh yang lain malah senang mendengarnya.
Brenda French
Brenda French
